Hangout

Putra Zaskia Mecca Dilarikan ke ICU Akibat Pneumonia, Pakar Ungkap Sebabnya

Kabar kurang sedap datang dari keluarga artis Zaskia Adya Mecca. Bhai Kaba, anak ketiga pasangan dari hubungannya dengan sutradara Hanung Bramantyo, dikabarkan dirawat di rumah sakit akibat pneumonia.

Kaba tak hanya mendapat pemeriksaan biasa, melainkan harus menjalani perawatan di Intensive Care Unit (ICU).

Kondisi ini diketahui bukan kali pertama dialami Kaba. Sebab, pada akhir tahun 2022 lalu, putra Zaskia itu juga sempat mengalami masalah kesehatan yang sama dan harus dibawa ke fasilitas kesehatan.

Kenali Penyakit Pneumonia

Penyakit Pneumonia merupakan radang paru yang diakibatkan bakteri, virus dan jamur yang ada dimana-mana sehingga menyebabkan demam, pilek, batuk, sesak napas. Ketika kekebalan balita rendah maka fungsi paru terganggu.

Pada temuannya, kasus infeksi pneumonia banyak diderita pada anak usia sekolah. 

Hal ini juga diamini oleh Pakar Epidemiologi dari Universitas Griffith Autralia Dicky Budiman.

“Kasusnya pada anak memang cenderung lebih sering dan kita ingat ketika beberapa waktu lalu di China ada mikroplasma pneumonia yang menjadi juga outbreak di Eropa dan beberapa negara lain,” kata Dicky kepada Inilah.com, Jumat (31/5/2024).

Dicky menegaskan, faktor yang membuat kasus pneumonia kerap menjangkit anak-anak tak lain karena post-pandemic era. 

Di mana banyak orang dewasa termasuk anak-anak yang pernah terinfeksi COVID-19 mengalami gangguan imunitas.

“Sehingga imunitas tubuh menjadi lemah dan tentu hal ini jadi penyebab mudahnya terjadinya pneumonia pada anak,” ujarnya.

Sejatinya, lanjut Dicky, kondisi menurutnya imunitas juga dialami oleh Iansia. 

“Oleh karena itu kasus-kasus seperti halnya yang terjadi ini meskipun tidak terdeteksi, karena perlu pemeriksaan lebih spesifik tapi pada banyak kasus memang ditemukan penyebabnya antara lain seperti yang tadi saya sampaikan,” ujarnya.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab penyakit yang menyerang sistem pernafasan ini. 

Namun, berdasarkan laporan epidemiologi, terjadi peningkatan kasus mycoplasma pneumoniae sebesar 40 persen. 

Mycoplasma merupakan penyakit penyebab umum infeksi pernapasan sebelum COVID-19.

Terpisah, dokter spesialis anak RS Cipto Mangunkusumo Nastiti Kaswandani, mengatakan, kasus mycoplasma memang didominasi oleh anak-anak, baik usia pra sekolah maupun usia sekolah.

“Untuk mycoplasma pneumonia itu memang paling tinggi pada anak pra sekolah dan usia anak sekolah, itu sampai 30 persen. Kalau pada bayi, itu hanya sedikit mungkin di bawah 5 persen,” ujar Nastiti beberapa waktu lalu.

Adapun gejala yang diderita anak, sambung Nastutu persis seperti gejala infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Beberapa anak akan mengalami demam, nyeri tenggorokan, dan batuk.

Menariknya, gejala batuk ini akan sangat mengganggu bagi anak. Mengingat, gejala tersebut dapat dialami pasien selama 2-3 minggu.

“Kalau pada anak besar, bisa sampai kadang nyeri dada. Kemudian ada gejala fatigue atau lemas. Itu yang menonjol pada gejala pneumonia karena mycoplasma,” paparnya.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button