News

Peretas Data Polri Mengaku Tak Suka Pemerintah Indonesia Perlakukan Warganya

Peretas (hacker) asal Brasil yang mengklaim telah membocorkan data Polri mengaku tidak suka dengan pemerintahan Indonesia serta apa yang telah diperlakukan pemerintah masyarakat Indonesia selama ini.

Hal tersebut disampaikannya melalui akun Twitter @son1x666. “Banyak warga Indonesia telah menghubungi saya cerita tentang situasi kehidupan mereka di Indonesia, jadi saya mengidentifikasi siapa saya kepada mereka dan memutuskan membantu apa yang saya bisa,” tulisnya.

Alasan itulah yang menjadi dasar pelaku untuk membocorkan data-data Polri yang diunduh sebesar 10,27 MB. Beberapa data yang dibocorkan yakni pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan anggota Polri disertai nama dan identitasnya.

Tak hanya itu, peretas juga menyajikan data, seperti nama, pangkat, tempat dan tanggal lahir, satuan kerja, status pernikahan hingga nomor register pokok serta beberapa data pribadi lainnya. Berikut juga keterangan rehab putusan, rehab putusan sidang, jenis pelanggaran, rehab keterangan, id propam, hukuman selesai.

Terkait peretasan ini Mabes Polri mengaku masih mengusut kasus pencurian data tersebut oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri. Hal ini dijelaskan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.

“Sedang ditangani oleh Dittipidsiber Bareskrim,” ucapnya, Kamis (18/11/2021).

Namun Dedi masih belum bisa merincikan perkembangan pelacakan peretasan itu serta data apa saja yang telah dibocorkan oleh peretas.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Anton Hartono

Jurnalis yang terus belajar, pesepakbola yang suka memberi umpan, dan pecinta alam yang berusaha alim.
Back to top button