News

Efek Ekor Jas Prabowo Bikin Suara Golkar di Pemilu Melesat

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Golkar Maman Abdurrahman mengakui Partai Golkar mendapatkan coattail effect atau efek ekor jas dari sosok Prabowo Subianto yang diusung sebagai calon presiden (capres). Hal ini berujung meningkatnya perolehan suara Partai Golkar pada Pemilu 2024

“Kalau kita lihat, kampanye-kampanye Partai Golkar dengan dengan Pak Prabowo dan Mas Gibran itu juga memberikan efek positif yang luar biasa,” kata Maman di Jakarta, Rabu (21/2/2024).

Ia pun mengapresiasi Prabowo yang bisa menempatkan diri “di tengah-tengah” bagi partai-partai dalam Koalisi Indonesia Maju.

“Meski beliau maju sebagai calon presiden dan juga sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, beliau bisa menempatkan diri pada posisi in the middle, jadi artinya ini, ‘kan, terlihat dari sebaran distribusi peningkatan suara tidak hanya ada di Gerindra, tapi justru ada di semua partai koalisi dan itu kita acungi jempol,” kata dia.

Bagi Maman, keputusan Partai Golkar untuk mengusung Prabowo dan Gibran sebagai calon presiden dan wakil presiden adalah keputusan yang tepat.

Terkait suara dalam Pilpres 2024, ia menyebut suara basis pendukung Golkar untuk Prabowo-Gibran saat ini sudah berada di angka 70 persen berdasarkan hasil penghitungan lembaga survei. Capaian ini emenuhi target yang ditentukan oleh Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

“Bapak Airlangga Hartarto menugaskan dan menargetkan kepada kami agar target dukungan basis suara Partai Golkar kepada Pak Prabowo di angka 70 persen, dan berdasarkan hasil-hasil tracking lembaga survei, Alhamdulillah target 70 persen itu tercapai,” ujarnya.

Menurut dia, angka tersebut merupakan pencapaian yang baik karena dalam kurang lebih tiga pemilu terakhir, basis suara pendukung Partai Golkar yang mendukung capres yang diusung, tidak pernah lebih dari 55 persen.

Pemilu 2024 diikuti 18 partai politik nasional dan enam partai politik lokal. Sedangkan untuk Pilpres 2024, diikuti tiga pasangan calon, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

Sementara berdasarkan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022, rekapitulasi suara nasional Pemilu 2024 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Februari hingga 20 Maret 2024.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button