Market

Bansos Bukan Solusi Mahalnya Harga Beras, Ganjar: Lakukan Operasi Pasar

Calon presiden nomor urut 03, Ganjar Pranowo menyindir kebijakan Presiden Jokowi bagi-bagi bantuan sosial atau bansos yang gagal menurunkan tingginya harga bahan pokok khususnya beras yang justru menembus Rp20 ribu per kg, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) antara Rp10.900 hingga Rp11.800 ribu per kg.

Menurutnya, meningkatkan harga tersebut justru menjadi peringatan bagi pemerintah untuk dapat meningkatkan pengawasan terhadap pangsa pasar. “Sebenarnya anomali beras mahal. Kemarin saya tanya mencapai Rp19 ribu sampai Rp20 ribu per kilogram. Mestinya yang dilakukan, ya operasi pasar,” kata Ganjar di Jakarta, Rabu (21/2/2024).

Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional No 7/2023, pemerintah menetapkan HET beras berkisar Rp10.900-Rp11.800 per kg untuk medium dan Rp13.900-14.800 per kg untuk premium, tergantung zona masing-masing.

Ganjar pun turut menyinggung kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang gencar membagikan bansos di sejumlah daerah. Ia menyebut, langkah tersebut tidak tepat jika dilakukan saat menjelang pemilu mengingat potensi kecurigaan masyarakat semakin besar. “Kalau bansos itu untuk menolong masyarakat itu cerita baik tapi momentum pas pemilu akan menjadi interpretasi yang berbeda,” ucapnya.

Mantan Gubernur Jawa Tengah ini menegaskan solusi untuk mengatasi kenaikan harga beras adalah dengan menurunkan semua instrumen terkait dan segera melakukan operasi pasar. Ia mengklaim pelaksanaan tersebut bukan tidak mungkin, hanya butuh niat baik pemerintah untuk segera melaksanakannya.

“Kalau hari ini harga beras naik solusinya bukan (bagi-bagi) bansos tapi operasi pasar. Kalau tidak, maka seperti kemarin saya keliling harga Rp14 ribu sampai Rp15 ribu dan sekarang sampai Rp19 ribu saya kira sudah alert (peringatan) buat pemerintah. Segera seluruh instrumen diturunkan. Saya kira manajemen ini tidak sulit, hanya butuh kemauan saja,” katanya menjelaskan.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button